- Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai lokasi;
- Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
- Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audien umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.
Kamis, 07 November 2013
Karakteristik Mass Audien
Mass audien, Menurut Charles Wright memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
Karakteristik Pesan Komunikasi Massa
Karakteristik pesan-pesan komunikasi massa menurut Charles Wright (1977) sebagai berikut:
- Publicly. Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik.
- Rapid. Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai audien yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
- Transient. Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara timely, supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.
Ciri Khusus Lembaga Media Massa
Ciri-ciri khusus institusi (lembaga) media massa menurut McQuail (1987) sebagai berikut:
- Memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan dalam wujud informasi, pandangan, dan budaya. Upaya tersebut merupakan respon terhadap kebutuhan sosial kolektif dan permintaan individu.
- Menyediakan saluran untuk menghubungkan orang tertentu dengan orang lain: dari pengirim ke penerima, dari anggota audien ke anggota audien lainnya, dari seseorang ke masyarakat dan institusi masyarakat terkait. Semua itu bukan sekedar saluran fisik jaringan komunikasi, melainkan juga merupakan saluran tatacara dan pengetahuan yang menentukan siapakah sebenarnya yang patut atau berkemungkinan untuk mendengar sesuatu dan kepada siapa ia harus mendengarnya.
- Media menyelenggarakan sebagian besar kegiatannya dalam lingkungan publik, dan merupakan institusi yang terbuka bagi semua orang untuk peran serta sebagai penerima (atau dalam kondisi tertentu sebagai pengirim). Institusi media juga mewakili kondisi publik, seperti yang tampak bilamana media massa menghadapi masalah yang berkaitan dengan pendapat publik (opini publik) dan ikut berperan membentuknya (bukan masalah pribadi, pandangan ahli, atau penilaian ilmiah).
- Partisipasi anggota audien dalam institusi pada hakikatnya bersifat sukarela, tanpa adanya keharusan atau kewajiban sosial. Bahkan lebih bersifat suka rela daripada beberapa institusi lainnya, misalnya pendidikan, agama atau politik. Partisipasi anggota audien lebih mengacu pada mengisi waktu senggang dan santai, bukannya berkenaan dengan pekerjaan dan tugas. Hal tersebut dikaitkan juga dengan ketidakberdayaan formal institusi media: media tidak dapat mengandalkan otoritasnya sendiri dalam masyarakat, serta tidak mempunyai organisasi yang menghubungkan pemeran-serta ”lapisan atas” (produsen pesan) dan pemeran-serta ”lapisan bawah” (audien).
- Industri media dikaitkan dengan industri dan pasar karena ketergantungannya pada imbalan kerja, teknologi, dan kebutuhan pembiayaan.
- Meskipun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanya kesinambungan pemakaian media, mekanisme hukum, dan pandangan-pandangan menentukan yang berbeda antara negara yang satu dengan lainnya.
Unsur-Unsur Komunikasi Massa
Unsur-unsur komunikasi dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut ”Who Says What in Which Channel to Whom With What Effect?”
- Unsur who (sumber atau komunikator). Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionalized person). Yang dimaksud dimaksud dengan lembaga dalam hal ini adalah perusahaan surat kabar, stasiun radio, televisi, majalah, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud institutionalized person adalah redaktur surat kabar (sebagai contoh). Melalui tajuk rencana menyatakan pendapatnya dengan fasilitas lembaga. Oleh karena itu, ia memiliki kelebihan dalam suara atau wibawa dibandingkan berbicara tanpa fasilitas lembaga.
- Unsur says what (pesan). Pesan-pesan komunikasi massa dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audien yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan sebagainya.
- Unsur in which channel (saluran atau media). Unsur ini menyangkut semua peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.
- Unsur to whom (penerima; khalayak; audien). Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audien atau khalayak. Orang yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing internet merupakan beberapa contoh dari audien.
- Unsur with what effect (dampak). Dampak dalam hal ini adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audien sebagai akibat dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan perilaku nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung secara berurutan.
Definisi Komunikasi Massa
Definisi Komunikasi Massa - Berikut beberapa pendapat para ahli tentang definisi komunikasi massa:
- Bittner (2005: 186) “Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang”.
- Dominick (1996) mengutarakan bahwa komunikasi massa merupakan sebuah organisasi kompleks yang dengan bantuan dari satu atau lebih mesin membuat dan menyebarkan pesan publik yang ditujukan pada audiens berskala besar serta bersifat heterogen dan tersebar.
- Meletze (1998) sendiri kemudian memberi definisi dari komunikasi massa dapat diartikan sebagai bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada populasi dari berbagai komunitas yang tersebar.
Komunikasi massa
Komunikasi massa - berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau comm¬¬¬unications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai kependekan dari media of mass communication. Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengartikan massa sebagai meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran.
Rabu, 06 November 2013
Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Wawancara
Beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam suatu wawancara
- Sedapat mungkin hindari menuliskan setiap kata yang dikemukakan. Tulislah hal-hal yang penting saja. Tandailah hal-hal yang menarik kalau ada kutipan yang menarik, misalnya sebuah ungkapan, dengan santun mintalah diulangi kembali. begitu pula pertanyaan-pertanyaan yang penting. Selesai wawancara, agar tidak lupa, langsung lengkapi catatan-catatan yang semula hanya berupa catatan-catatan pendek itu.
- Setelah mengajukan pertanyaan, bersikaplah tenang dan perlihatkan perhatian penuh terhadap setiap ucapan yang dikemukakan narasumber. Biarkan narasumber menyelesaikan jawaban atas pertanyaan, karena biasanya pertanyaan penting acapkali keluar di bagian akhir.
- Apabila sumber melompat ke masalah atau pokok pembicaraan yang disukainya tetapi menyimpang dari keinginan sang wartawan, cobalah kembalikan pembicaraan ke pokok masalah.
- Hindarilah sikap seakan-akan anda memperlihatkan diri lebih mengetahui. Ingat penanya adalah seorang wartawan yang memerlukan bentuannya.
- Kalau sumber menolak menjawab sebuah pertanyaan ulangi lagi dengan cara lain melalui pertanyaan berikutnya dengan menjelaskan bahwa jawaban itu menjadi penting. Tentunya harus dipoles seakan-akan tidak memberatkan narasumber yang diwawancarai, bahkan sebaliknya.
- Ketika sampai kepada akhir wawancara, tanyakanlah, apakah narasumber masih mau menambahkan lagi. Hal ini penting untuk menghindari apabila setelah dipublikasikan dia menilai ada kekurangan. Atau baiasanya muncul keterangan menarik karena dirasakannya suasana wawancara cukup menyenangkan dirinya. Padahal tadinya mungkin mencurigakan.
- Sewaktu akan berpamitan, mintalah kesediaannya menerima telepon kalau seandainya ada hal-hal yang terlupa. Mintalah kartu nama untuk mengetahui ejaan nama yang benar, jabatannya, dan nomor teleponnya. kalau tidak ada kartu nama, mintalah narasumber sendiri menuliskan namanya dalam bentuk catatan anda disertai gelar dan jabatannya serta nomor telepon kantor, telepon rumah, telepon genggamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
